Wednesday, June 6, 2012

Kemana Komitmen Itu?



ko·mit·men n perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu; kontrak:
Kamus Besar Bahasa Indonesia


Kenapa gue buka post ini dengan arti dari sebuah kata "komitmen"?
Karena sampai pada awal bulan Juni ini, gue mendapatkan banyak pengalaman berharga tentang komitmen.
Dari beberapa kepanitiaan yang gue ikuti dalam beberapa acara,
Ternyata, komitmen ini esensial.
Ya. Sangat penting.

Ketika komitmen sudah mulai disepelekan, apa lagi yang mau diharapkan dari sebuah rencana?
Ketika komitmen sudah mulai memudar, bagaimana sebuah rencana bisa berjalan?

Gue berbicara komitmen disini, bukan berarti gue sudah bisa berkomitmen -entah itu dalam acara atau dengan orang lain- dengan baik dan benar.
Gue berbicara komitmen disini karena gue ingin belajar. Bagaimana caranya agar bisa menjaga komitmen tetap hidup dan membuat asa sebuah rencana bisa terjaga.

Mencoba untuk bisa memberikan semua yang bisa diberikan dalam sebuah acara agar acara itu bisa tetap berjalan sehingga bukan kita sebagai penyebab acara tersebut tidak menarik atau bahkan gagal. Apapun itu, sebagai wujud komitmen kita untuk sebuah acara.

Menurut gue, komitmen itu sesimpel apa yang gue tulis di paragaraf atas ini.

Ketika kita sudah mengucap di awal tentang keikutsertaan kita dalam sebuah acara, secara otomatis itu adalah sebuah komitmen yang kita ambil untuk memberikan apa yang bisa kita berikan untuk acara tersebut.

Ya, dan bagi sebagian orang mungkin hal itu ternyata sulit untuk dilakukan.

Untuk menjaga komitmennya
Untuk membuat apa yang telah terucap di awal tetap menjadi sebuah ucapan pasti dan bukan bualan belaka.

Ketika kita tidak bisa menjaga komitmen dalam hal kecil, bagaimana bisa kita berkomitmen dalam hal yang lebih besar?

Ini pelajaran untuk gue pribadi untuk bisa memperbaiki diri menjadi lebih baik. Berkomitmen untuk sesuatu yang lebih baik.


"Pemenang membuat komitmen dan pecundang membuat janji."
 Dwi Yoga Wardhana, melalui akun twitter nya.


==========================================================

Maaf jika ada yang kurang berkenan dengan tulisan ini.
Bukan bermaksud untuk membesarkan suatu masalah.
Hanya ingin berbagi untuk kebaikan bersama.

Kebenaran selalu datang dari Allah SWT.
Dan kesalahan, mutlak datang dari diri saya.
Saya mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

Dengan kerendahan hati,

Muhammad.

No comments:

Post a Comment