Dan sang biru suka bagaimana waktu menampar tepat di mukanya. Mengingatkan dengan cara yang menyakitkan dalam suatu keheningan. Mencoba mengatakan suatu kata dalam diam yang menusuk. Meninggalkan jejak sambil berharap sang biru bisa mengambil dan membawanya selama perjalanan. Membelokkannya ketika ia ada di jalur yang seharusnya dilalui sang hitam.
Sang biru tidak sadar. Ia adalah warna yang beruntung. Terlihat ceria dalam kesedihannya. Tidak seperti putih yang jujur dan menjadi abu ketika ia bertemu sang hitam. Hijau adalah kedamaian, berbeda dengan biru. Keceriaan, kesenangan, senyum dan bahagia. Biru mencoba menunjukkan topengnya, menyembunyikan warna asli dibalik tipisnya topeng itu. Dan sang merah hanya bisa mengangguk pelan. Menangis dalam keheningan. Menyakitkan.
Biru sangat benci untuk membenci. Ia benci, ketika ia membenci. Kebencian merubah warnanya. Menjadikannya biru tanpa keceriaan. Biru yang berbeda dengan apa yang biru tahu. Ia hanya diam ketika kebencian datang menggoda nya. Biru tidak ingin tawa ini, berganti benci.
Ini kisah tentang bagaimana biru bertemu dengan sang kuning. Bagaimana alam semesta mempertemukannya di langit dan membuat sang bumi menjadi cerah. Waktu selalu tersenyum ketika melihat sang biru menatap sang kuning dalam binar kedamaian. Waktu mengerti, suatu saat nanti, mereka akan menghadirkan hijau dan membawa kedamaian bagi warna-warna lain.
Biru, tetaplah menjadi biru. Bersama sang kuning menghadirkan hijau. Berjalan dan mengikuti aliran deru waktu yang membuat mereka terlelap dalam kasih yang hangat. Kasih yang diidamkan banyak warna. Kasih yang kalian tidak akan tahu. Bukan, ini bukan cinta. Ini adalah kasih. Kasih sayang. Bukan cinta. Bukan.
Ini adalah balada bagaimana biru tetap menjadi biru. Dimanapun, kapanpun, dengan siapapun. Bahkan sang kuning hanya hadir untuk membawa sayang bagi nya. Bukan cinta. Cinta merubah sang biru menjadi merah membara dipenuhi nafsu dan amarah untuk memiliki. Sayang hanya ingin melindungi agar biru tetap menjadi biru yang selalu ceria dan membawa kehangatan dalam setiap canda nya bagi seluruh warna lain.
Aku bukan biru. Aku ingin menjadi sang biru. Bantu aku, kuning. Aku tidak ingin mencintaimu. Aku ingin kita, berbagi kisah kasih sayang seperti biru dengan kuning. Bukan, bukan cinta yang kita hadirkan. Tapi hijau, ketika memang ia akan datang.
Aku sayang kamu, kuning.