Friday, May 7, 2010

Another story of mine

Pas gw nulis ini, gw rasa gw bukanlah gw.
whatever.

honestly, gw bingung.
gw ga tau mau ngomong sama siapa.
I wanna keep this f*cking burden.
but ****!
this burden is too heavy for me to bear.

okay, gini.
ketika lo punya impian, cita-cita, dan apapun itu yang membuat lo semangat untuk terus maju dan meraih apa yang lo inginkan.
dan tiba-tiba, semua menghilang.
actually, ga menghilang begitu aja.
but, you. You gotta let those dreams go.
no matter what.

gw inget waktu gw dan sahabat kecil gw berjalan sama-sama menuju tempat les.
we both were nothing at that time.
dan suatu ketika gw dan dia berhenti dan menatap sebuah rumah luas dengan taman dan garasi yang cukup besar untuk menampung 4 mobil.
gw inget banget dia ngomong gini "muh, ntar, kalo gw udah gede, gw bakal punya rumah gede banget kayak gini. tamannya luas. garasinya juga gede."
dan gw dengan semangat bilang "wah keren. gw juga mau punya rumah kayak gitu. tapi garasinya kayak bunker gitu. yang bisa masuk bawah tanah."
dia bales "eh, kita bikin rumah bareng yok. ntar lo yang bikin garasinya, gw yang rencanain rumah. tamannya kita bikin bareng-bareng."
dan gw bilang "wah keren. ayok2!"

sambil jalan, kita berkahayal tentang masa depan. what a great day it was. I'll never forget it. dan sampai hari itu usai, gw memulai lembaran baru dengan semangat.

-----------
dan sekarang, gw harus mulai melupakan apa yang udah gw impikan saat itu.
sejenak atau selamanya? entahlah.
gw mulai sadar dengan keadaan gw sekarang.
di persimpangan jalan antara impian dan kenyataan.
gw harus memilih.
and, I got no idea to choose one of them and sacrifice the other.

hati kecil gw membisikkan kalau
"Impian akan membawamu jauh dari kenyataan. Tapi kenyataan, menuntun mu menuju sebuah impian."
-------------

biasanya gw bakalan tenang kalo abis nulis.
tapi kali ini, sepertinya tidak.
mungkin karena gw belom nulis masalah apa yang lagi gw hadapi.
atau mungkin gw yang belom siap untuk menyambut sebuah kenyataan.

(maaf kalo lo ga bisa nangkep apa maksud dari tulisan ini. I wrote this with those promiscuous feelings. sekali lagi maaf.)

No comments:

Post a Comment