kepada bulan,
dengan segala rahasiaku
Aku terduduk di beranda
malam, namun saat itu terang
ya, ada bulan di sana
bulan indah yang terang
ditemani segala kebisuan malam.
Aku coba berbicara pada nya
tentang sebuah limpahan emosi
yang tertahan dan ku pendam
karena aku pikir ini adalah rahasia
antara aku dan bulan.
Aku memberitahunya tentang sebuah cerita
tentang seorang "malaikat" kecil
tanpa sayap tanpa cahaya
hanya sebatas rupa seorang wanita.
Dia baik,
bahkan sangat baik
senyumnya selalu hangat
walaupun dia jarang melakukannya
padahal dia berbakat
bahkan untuk tersenyum
Bulan, kau seperti dia
yang menyinari dunia
dengan sinar yang penuh cinta
walau terkadang
aku merasa kau takkan bersinar
untukku
Bulan, kau mirip dia
yang menebarkan ketenangan
kepada siapapun
yang dengan tulus
melihat terangnya sinarmu
Bulan, apakah kau adalah dia?
yang bersinar hanya untuk pelampiasan
setelah kau hanya menyinari malam
hanya dalam semalam
dan berganti cahaya
pada malam berikutnya
Namun, kuharap kau bukan dia
kuharap kau menjadi "bulan"
"bulan" yang selama 16 tahun ini kukenal
dan akan tetap menjadi "bulan"
sampai dimana aku akan berhenti
dan menemukan sebuah matahari.
aku, bulan, dan "bulan"
(sebuah curhatan hidup seorang bocah kepada bulan. Bulan selalu bisa menjaga rahasia, namun tidak manusia.)
No comments:
Post a Comment