Maaf karena telah mengkhawatirkan mu secara berlebihan.
Mengejarmu, menyusulmu, ketika kau katakan kau akan pergi ke tempat itu sendirian.
Keadaan mu yang baru saja pulih dari pusing, ya, membuat ku khawatir setengah mati.
Aku hanya ini memastikan, kau baik-baik saja.
Dan aku tak akan tenang sebelum memastikan, dan melihat dengan mata ku sendiri.
Malam ini, entah mengapa, aku tiba-tiba mengkhawatirkan mu.
Aku tak berpikir lagi ketika aku berlangkah cepat diselingi lari kecil, dan menggenggam handphone yang mencoba untuk dapat terhubung dengan handphone mu.
Berkali-kali.
Dan kau tak menjawab.
Aku khawatir.
Aku khawatir.
Maaf. Maafkan aku untuk kebodohan ku ini.