Thursday, January 5, 2012
Be better, Libur, dan Astronot :)
Post pertama di 2012.
Waw. Udah lama gue ga update blog ini.
Post terakhir tanggal 1 Desember 2011
1 Bulan lebih. Cukup lama.
Mungkin karena gue sedang tidak ingin banyak menulis di sini.
Padahal bahan untuk gue tulis di sini sangat banyak.
Ya. Banyak banget.
Yang bahkan gue bingung gimana mau nulisnya.
Atau mungkin, gue sedang mengalihkan seluruh perhatian dan keseharian gue pada sesuatu yang lain.
Yang akhirnya gue ga punya waktu untuk nulis di sini.
Tapi itu bukan masalah.
Justru gue senang.
Karena sesuatu yang sedang mengalihkan gue, membawa gue menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya.
Ya. Jauh-jauh lebih baik.
Gue ga tau apakah ucapan "Terima Kasih" cukup untuk mengungkapkan semua pengaruh postif yang udah dia bawa.
But, really, Thank you very much.
Anyway, gue masih dalam masa liburan akhir-awal tahun.
Hari ini Kamis, berarti masih ada sekitar 4 hari lagi sebelum kembali mulai kuliah.
Dan bertemu dengan kuis-kuis dan tugas-tugas yang....menyenangkan.
Well, gue mau cerita tentang cita-cita gue.
Ya. Cita-cita yang terdengar aneh dan mungkin akan sangat sulit untuk diwujudkan.
Atau mungkin bisa dikatakan, MUSTAHIL.
Entahlah.
Nothing is Impossible, because IMPOSSIBLE itself says, I’M POSSIBLE.
Haha.
Jadi, cita-cita gue adalah.... Astronot.
Kinda weird, huh?
Ini semua berasal waktu gue masih kecil.
Waktu masih SD, di sebuah ruangan perpustakaan, sang guru bertanya pada anak-anak.
Kira-kira begini percakapannya:
GYTI = Guru yang tidak ingusan
A1YMI = Anak 1 yang masih ingusan
A2YMI = Anak 2 yang masih ingusan
GYMI = Gue yang masih ingusan
GYTI : Sekarang, bapak mau tanya, apa cita-cita kalian... A1YMI, cita-cita kamu apa?
A1YMI : Saya mau jadi dokter, pak!
GYTI: Bagus... Mulia sekali.. Kalau kamu, A2YMI?
A2YMI : Saya mau jadi pilot, pak!
GYTI : Waah.. Mau keliling dunia ya? Bagus... Kalau kamu, Muhammad?
== Jeng jeng jeng.. Gue panik. Sampai saat ditanya, gue ga punya ide, mau jadi apa gue nanti. Akhirnya, ada sebuah buku tentang luar angkasa, dan di sana ada tulisan Astronot. Dan dengan muka polos penuh ingus berceceran di sela-sela hidung dan keringat panik yang mulai berjatuhan bagaikan hujan di tengah badai, gue jawab pertanyaan itu dengan lantang (halah...) :p ==
GYMI = Mau jadi Astronot, Pak!
Ya. Cita-cita untuk jadi seorang astronot yang sampai sekarang menjadi sebuah mimpi dalam hidup gue, berawal dari sebuah kepanikan anak kecil yang ga tau mau jawab apa pertanyaan dari gurunya. Ironisnya, saat gue jawab pertanyaan itu, gue masih ga ngerti dengan benar, apa itu sebenarnya astronot. Tragis.
Tapi itulah unik nya mimpi. Sampai saat SMA, gue masih punya mimpi itu. Pas gue lulus SMA, gue cari jurusan kuliah yang mungkin akan mempermudah gue untuk mendekati mimpi gue itu. Teknik Informatika, salah satunya. Ya, gue sempat diterima masuk di jurusan Teknik Informatika di sebuah universitas.
Jalan pikiran gue saat itu adalah seperti ini.
Kuliah jurusan Teknik Informatika,
Lulus dengan predikat Cum Laude.
Kuliah S2 di luar negeri.
Apply job di NASA.
Dan cari peluang untuk bisa ikut ke, setidaknya, International Space Station.
Haha. Lucu ya. :D
Tapi, ternyata semua tidak seperti yang gue pikirkan.
Sekarang pun, gue ga kuliah di jurusan Teknik Informatika. Karena sebuah alasan dan keputusan yang gue buat sendiri, gue akhirnya memutuskan untuk kuliah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) jurusan Akuntansi. Ya. Perlu gue ulangi, Akuntansi.
Jauh kan? Jauh banget dari cita-cita gue untuk jadi seorang Astronot. Haha.
Ya. Diawal gue kuliah, mungkin gue harus melupakan sejenak mimpi gue itu.
Mungkin akan menjadi sebuah kemustahilan untuk menjadi seorang astronot. Haha. :D
Tapi, seperti yang gue tulis di atas.
Nothing is Impossible, because IMPOSSIBLE itself says, I’M POSSIBLE.
Ya. Tidak ada yang mustahil di dunia ini.
Selama kita punya mimpi, dan kita punya usaha untuk bisa muwujudkan mimpi itu.
Dan gue membuat sebuah jalan pikiran untuk mewujudkan mimpi itu.
Mungkin gue menyebutnya sebagai jembatan mimpi.
Dan jembatan itu adalah seperti ini.
Kuliah D3 di jurusan Akuntansi.
Lulus.
Kuliah S1 jurusan Akuntansi.
Kuliah S2 di luar negeri.
Apply job sebagai Financial Accountant di NASA.
Dan mencari kesempatan di dalam NASA untuk bisa ikut.
Setidaknya ke International Space Station.
Haha. Makin aneh ya? :D
Tapi, jujur, mimpi itu masih hidup sampai saat ini.
Sampai detik ini.
Karena gue yakin, tidak ada yang mustahil di dunia ini selama kita mempunyai mimpi. Ya. Mimpi.
Waw. Udah lama gue ga update blog ini.
Post terakhir tanggal 1 Desember 2011
1 Bulan lebih. Cukup lama.
Mungkin karena gue sedang tidak ingin banyak menulis di sini.
Padahal bahan untuk gue tulis di sini sangat banyak.
Ya. Banyak banget.
Yang bahkan gue bingung gimana mau nulisnya.
Atau mungkin, gue sedang mengalihkan seluruh perhatian dan keseharian gue pada sesuatu yang lain.
Yang akhirnya gue ga punya waktu untuk nulis di sini.
Tapi itu bukan masalah.
Justru gue senang.
Karena sesuatu yang sedang mengalihkan gue, membawa gue menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya.
Ya. Jauh-jauh lebih baik.
Gue ga tau apakah ucapan "Terima Kasih" cukup untuk mengungkapkan semua pengaruh postif yang udah dia bawa.
But, really, Thank you very much.
Anyway, gue masih dalam masa liburan akhir-awal tahun.
Hari ini Kamis, berarti masih ada sekitar 4 hari lagi sebelum kembali mulai kuliah.
Dan bertemu dengan kuis-kuis dan tugas-tugas yang....
Well, gue mau cerita tentang cita-cita gue.
Ya. Cita-cita yang terdengar aneh dan mungkin akan sangat sulit untuk diwujudkan.
Atau mungkin bisa dikatakan, MUSTAHIL.
Entahlah.
Nothing is Impossible, because IMPOSSIBLE itself says, I’M POSSIBLE.
Haha.
Jadi, cita-cita gue adalah.... Astronot.
Kinda weird, huh?
Ini semua berasal waktu gue masih kecil.
Waktu masih SD, di sebuah ruangan perpustakaan, sang guru bertanya pada anak-anak.
Kira-kira begini percakapannya:
GYTI = Guru yang tidak ingusan
A1YMI = Anak 1 yang masih ingusan
A2YMI = Anak 2 yang masih ingusan
GYMI = Gue yang masih ingusan
GYTI : Sekarang, bapak mau tanya, apa cita-cita kalian... A1YMI, cita-cita kamu apa?
A1YMI : Saya mau jadi dokter, pak!
GYTI: Bagus... Mulia sekali.. Kalau kamu, A2YMI?
A2YMI : Saya mau jadi pilot, pak!
GYTI : Waah.. Mau keliling dunia ya? Bagus... Kalau kamu, Muhammad?
== Jeng jeng jeng.. Gue panik. Sampai saat ditanya, gue ga punya ide, mau jadi apa gue nanti. Akhirnya, ada sebuah buku tentang luar angkasa, dan di sana ada tulisan Astronot. Dan dengan muka polos penuh ingus berceceran di sela-sela hidung dan keringat panik yang mulai berjatuhan bagaikan hujan di tengah badai, gue jawab pertanyaan itu dengan lantang (halah...) :p ==
GYMI = Mau jadi Astronot, Pak!
Ya. Cita-cita untuk jadi seorang astronot yang sampai sekarang menjadi sebuah mimpi dalam hidup gue, berawal dari sebuah kepanikan anak kecil yang ga tau mau jawab apa pertanyaan dari gurunya. Ironisnya, saat gue jawab pertanyaan itu, gue masih ga ngerti dengan benar, apa itu sebenarnya astronot. Tragis.
Tapi itulah unik nya mimpi. Sampai saat SMA, gue masih punya mimpi itu. Pas gue lulus SMA, gue cari jurusan kuliah yang mungkin akan mempermudah gue untuk mendekati mimpi gue itu. Teknik Informatika, salah satunya. Ya, gue sempat diterima masuk di jurusan Teknik Informatika di sebuah universitas.
Jalan pikiran gue saat itu adalah seperti ini.
Kuliah jurusan Teknik Informatika,
Lulus dengan predikat Cum Laude.
Kuliah S2 di luar negeri.
Apply job di NASA.
Dan cari peluang untuk bisa ikut ke, setidaknya, International Space Station.
Haha. Lucu ya. :D
Tapi, ternyata semua tidak seperti yang gue pikirkan.
Sekarang pun, gue ga kuliah di jurusan Teknik Informatika. Karena sebuah alasan dan keputusan yang gue buat sendiri, gue akhirnya memutuskan untuk kuliah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) jurusan Akuntansi. Ya. Perlu gue ulangi, Akuntansi.
Jauh kan? Jauh banget dari cita-cita gue untuk jadi seorang Astronot. Haha.
Ya. Diawal gue kuliah, mungkin gue harus melupakan sejenak mimpi gue itu.
Mungkin akan menjadi sebuah kemustahilan untuk menjadi seorang astronot. Haha. :D
Tapi, seperti yang gue tulis di atas.
Nothing is Impossible, because IMPOSSIBLE itself says, I’M POSSIBLE.
Ya. Tidak ada yang mustahil di dunia ini.
Selama kita punya mimpi, dan kita punya usaha untuk bisa muwujudkan mimpi itu.
Dan gue membuat sebuah jalan pikiran untuk mewujudkan mimpi itu.
Mungkin gue menyebutnya sebagai jembatan mimpi.
Dan jembatan itu adalah seperti ini.
Kuliah D3 di jurusan Akuntansi.
Lulus.
Kuliah S1 jurusan Akuntansi.
Kuliah S2 di luar negeri.
Apply job sebagai Financial Accountant di NASA.
Dan mencari kesempatan di dalam NASA untuk bisa ikut.
Setidaknya ke International Space Station.
Haha. Makin aneh ya? :D
Tapi, jujur, mimpi itu masih hidup sampai saat ini.
Sampai detik ini.
Karena gue yakin, tidak ada yang mustahil di dunia ini selama kita mempunyai mimpi. Ya. Mimpi.
"If we can dream it, we can do it" - Walt Disney
Thursday, December 1, 2011
:)
"The best relationship is when you can act like lovers and bestfriends at the same time."
Yes, it is. :) nyum.
Monday, November 7, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)
